Apa yang dimaksud dengan abses gigi ?
Abses gigi adalah pembengkakan berisi nanah akibat infeksi bakteri pada gigi atau jaringan di sekitarnya. Baik anak-anak, dewasa, maupun lansia berisiko mengalami abses gigi. Abses gigi umumnya terlokalisir pada rongga mulut, namun ditemukan penyebaran infeksi dan menyebabkan komplikasi yang serius ketika tidak segera ditangani. Maka dari itu abses gigi harus mendapatkan perawatan dari dokter gigi dan tidak bisa diobati secara mandiri.
Gejala abses gigi
Gejala lokal :
- Gigi terasa nyeri berdenyut
- Gigi sakit saat digunakan mengunyah atau menggigit
- Gigi sangat sensitif terhadap sentuhan atau ketukan
- Kegoyangan gigi
- Gusi kemerahan dan bengkak
- Pembengkakan pada area wajah
- Keterbatasan buka mulut
- Rasa asin di dalam mulut akibat nanah yang keluar dari abses
Gejala sistemik :
- Demam
- Menggigil
- Malaise (lemah letih lesu)
- Pembengkakan kelenjar getah benih
- Kesulitan bernafas dan menelan
Penyebab abses gigi
- Gigi berlubang atau karies
Gigi berlubang yang tidak segera ditangani akan menyebabkan infeksi menyebar ke saluran akar dan menyebabkan abses.
- Sisa akar gigi
Akar gigi yang tertinggal akibat karies, cedera, atau proses pencabutan yang tidak sempurna merupakan sumber infeksi yang dapat berkembang menjadi abses.
- Perawatan restorasi (tumpat gigi) atau saluran akar yang gagal
Perawatan yang gagal dapat menjadi celah bakteri masuk ke dalam gigi dan menimbulkan abses.
- Kebersihan rongga mulut yang buruk
Penumpukan sisa makanan dan karang gigi menjadi sumber bakteri dan dapat berkembang menjadi abses.
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah
Orang dengan riwayat penyakit yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh seperti diabetes, kanker, HIV-AIDS lebih berisiko mengalami abses.
Penanganan abses gigi
Tujuan utama dalam penanganan abses gigi adalah menghilangkan penyebab abses gigi. Rencana perawatan yang dapat dilakukan oleh dokter gigi di antaranya yaitu :
- Mengeluarkan nanah pada abses gigi
- Melakukan pencabutan gigi penyebab abses
- Meresepkan obat antibiotik
- Pembedahan
Pencegahan abses gigi
Hal yang paling penting diingat adalah menjaga kebersihan rongga mulut dan mencegah kerusakan gigi. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah :
- Menyikat gigi minimal dua kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur
- Menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride
- Menggunakan sikat gigi dengan bulu halus dan ukuran yang dapat menjangkau hingga gigi paling belakang
- Menyikat lidah setelah melakukan penyikatan pada gigi untuk mencegah penumpukan sisa makanan dan bakteri
- Menggunakan benang gigi untuk membersihkan kotoran pada sela-sela gigi
- Berkumur dengan air putih setelah makan, terutama makanan yang manis dan lengket
- Rutin periksa gigi dan mulut ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali
- Segera melakukan perawatan pada gigi yang berlubang
Kapan harus ke dokter gigi ?
Segera datang untuk periksa ke dokter gigi apabila muncul gejala abses agar dapat ditangani secara cepat. Abses gigi yang dibiarkan dapat menyebar lebih luas hingga rahang, kepala, leher, dan rongga dada yang berisiko menimbulkan komplikasi serius. Kondisi berbahaya yang dapat mengancam jiwa ditandai dengan pembengkakan, kesulitan bernafas, menelan, membuka mulut yang berkembang cepat dalam kurun waktu yang singkat, maka segera datang ke IGD di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan. Maka dari itu, pemeriksaan rutin ke dokter gigi berguna untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut serta mencegah terjadinya abses gigi.





Average Rating