Arsip Kategori: Berita

Berita

Aku Tidak Takut untuk diTimbang di Posyandu

Kegiatan Posyandu Balita di Seyegan sudah berjalan lancar setiap bulannya. Petugas Puskesmas membuat jadwal untuk melakukan kunjungan ke Posyandu-Posyandu / melakukan monitoring setiap ada kegiatan Posyandu Balita. Mulai pengecekan Timbangan (Dacin, Timbangan Digital/ Jarum), Pengukur Panjang Badan dan Tinggi badan serta melakukan pengecekan untuk pengisian di KMS.

Dari 70 Posyandu Balita di Kecamatan Seyegan, salah satu sampel yang kita kunjungi adalah Posyandu di Padukuhan Kregolan Margomulyo. Antusias Ibu balita menimbangkan putra putrinya semakin meningkat. Terlihat untuk penimbangan berat badan menggunakan Dacin bukan lagi menggunakan kain tetapi memakai timbangan bebek agar menarik balita sehingga balita tidak takut lagi untuk ditimbang .

Penyuluhan bahaya merokok, kespro dan HIV/AIDS pada remaja

Pada bulan Juli dan Agustus 2017 UPT Puskesmas Seyegan mempunyai sebuah program sosialisasi dan penyuluhan kesehatan terkait bahaya merokok, kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS pada remaja khususnya siswa/siswa SLTP dan SLTA yang ada di wilayah kerja UPT Puskesmas Seyegan. Program tersebut dilakukan selama satu tahun sekali pada tahun ajaran baru khususnya untuk sosialisasi bahaya merokok dan kespro, sedangkan untuk sosialisasi HIV/AIDS sendiri merupakan hal yang baru karena disini UPT Puskesmas Seyegan menggandeng atau kerjasama dengan LSM Victori Plus sebagai salah satu narasumber. Pemateri dari LSM Victori biasanya diwakili oleh Ragil dan Radit. Sedangkan dari Puskemas sendiri dalam program ini yang bertindak sebagai narasumber yaitu dr. Dharmawan Lingga selaku dokter, Sumarsiyah selaku bidan dan pemegang program kespro, Dian Kusuma selaku promkes, dan terkadang mengandeng teman-teman petugas yang lainnya. Tujuan dari program sosialisasi dan penyuluhan ini adalah untuk mengingkatkan pengetahuan siswa/siswi dan warga sekolah tentnag bahaya merokok, permasalahan reproduksi pada remaja, mengenal serta mendapatkan informasi yang benar tentang apa itu penyakit HIV.  Kita ketahui bersama bahwa pergaulan remaja dimasa sekarang lebih cenderung pada pergaulan yang bebas. oleh sebab itu semoga dengan adanya program ini dapat menjadi salah sastu upaya pencegahan atau penanggulangan dari kasus-kasus kenakalan remaja. berikut foto-foto dokumentasi selama melakukan penyuluhan di sekolah-sekolah yang ada di wilayah kerja UPT Puskesmas Seyegan :

 

PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) UNTUK GIZI BURUK DAN GIZI KURANG

Mon (29 May’ 17), Pemberian Makanan Tambahan adalah program intervensi bagi balita yang menderita kurang gizi dimana tujuannya adalah untuk meningkatkan status gizi anak serta untuk mencukupi kebutuhan zat gizi anak agar tercapainya status gizi dan kondisi gizi yang baik sesuai dengan umur anak tersebut.

Menurut Persagi (2009), pemberian tambahan makanan di samping makanan yang dimakan sehari – hari dengan tujuan memulihkan keadaan gizi dan kesehatan. PMT dapat berupa makanan lokal atau makanan pabrik

Sejak tahun 2011, Kementerian Kesehatan menyediakan anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang antara lain dapat digunakan untuk pembinaan posyandu dan penyuluhan serta penyediaan makanan pemulihan gizi untuk balita gizi kurang maupun gizi buruk.

Puskesmas Seyegan terutama bidang Gizi Masyarakat (Jumarko, S.Gz dan Beti Nur Utami, A.Md) memiliki program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita yang memiliki masalah gizi kurang maupun gizi buruk. Adapun sasaran dalam pemeberian PMT ini adalah balita umur 6-59 bulan  dengan kriteria gakin (tidak mampu).

Tahun ini ada 12 balita yang mendapatkan PMT dari dana BOK, diberikan selama 3 tahap (3 bulan). Setiap anak mendapatkan 1 paket PMT berupa Kacang hijau, Gula Jawa, Jeruk,Susu bubuk, Biskuit, Abon Sapi, Teri dan  Monte.

Bahan makanan yang digunakan dalam PMT hendaknya bahan-bahan yang ada atau dapat dihasilkan setempat, sehingga kemungkinan kelestarian program lebih besar. Diutamakan bahan makanan sumbar kalori dan protein tanpa mengesampingkan sumber zat gizi lain seperti: padi-padian, umbi-umbian, kacang-kacangan, ikan, sayuran hijau, atau kelapa dan hasil olahannya.

20170529_082455
1 Paket PMT

20170529_083049 IMG-20170529-WA0026 IMG-20170531-WA0015 IMG-20170531-WA0017 20170529_085336 20170529_085619 20170529_090855

Pembinaan Fasilitator STBM

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Program STBM memiliki indikator outcome dan output. Pada tahun 2017 UPT Puskesmas Seyegan memulai program STBM 5 pilar. 5 pilar tersebut terdiri dari : stop buang air besar sembarangan, cuci tangan menggunakan air bersih yang mengalir dan sabun, pengelolaan air minum, pengelolaan sampah rumah tangga, pengelolaan limbah cair rumah tangga. Hal pertama yang dilakukan sebelum memulai pemicuan di masyarakat adalah mengadakan pembinaan fasilitator STBM, dimana tim fasilitator terdiri dari kader masih-masing Dusun yang ada di Desa Margomulyo, perangkat Desa Margomulyo, LPMD Desa Margomulyo dan pihak-pihak yang terkait dalam hal penyehatan lingkungan di Desa Margomulyo. Pertemuan diselenggarakan pada hari Selasa tanggal 2 Mei 2017 di Aula Puskesmas Seyegan dan dihadiri oleh seluruh perwakilan kader di masing-masing dusun yang ada di Desa Margomulyo, perangkat Desa dan Lintas Sektoral.  Diharapkan setelah pembinaan tersebut Tim fasilitator dapat bekerjasama dengan Puskesmas Seyegan untuk menjadi fasilitator saat pelaksanaan pemicuan disemua dusun yang ada di Desa Margomulyo.

IMG_3849

IMG_3854

IMG_3871

IMG_3873

IMG_3876

IMG_3881

IMG_3883

KAMPANYE POSBINDU

Kegiatan Posbindu PTM pada dasarnya merupakan kegiatan milik masyarakat yang dilaksanakan sepenuhnya dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Sektor kesehatan khususnya Puskesmas lebih berperan dalam hal pembinaan Posbindu PTM dan menerima pelayanan rujukan dari Posbindu PTM di wilayah kerjanya karena pada prinsipnya kegiatan Posbindu PTM mencakup upaya promotif dan preventif, maka di dalam kegiatan Posbindu PTM tidak mencakup pelayanan pengobatan dan rehabilitasi. Posbindu PTM akan merujuk setiap kasus PTM yang ditemukan ke Puskesmas atau pelayanan kesehatan lainnya untuk mendapatkan pelayanan lebih lanjut.

Tahun ini Puskesmas Seyegan sudah mulai dibuka untuk Rawat inap sehingga kegiatan Puskesling sudah berkurang karena keterbatasan tenaga sehingga pada tahun ini Puskesmas Seyegan melakukan Road Show ke 17 dusun untuk melakukan pelatihan pembentukan posbindu. Dalam kegiatan pelatihan meliputi penjelasan mengenai posbindu, cara penggunaan tensi, pelatihan konseling gizi, pelatihan mengisi di KMS posbindu serta Tanya jawab.

Pembinaan Posbindu di Kasuran Mriyan Margomulyo
Pembinaan Posbindu di Kasuran Mriyan Margomulyo
Pembnaan Posbindu di Jumeneng Margomulyo
Pembnaan Posbindu di Jumeneng Margomulyo
TIM POSBINDU dan Kader Jumeneng Margomulyo
TIM POSBINDU dan Kader Jumeneng Margomulyo