PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) UNTUK GIZI BURUK DAN GIZI KURANG

Mon (29 May’ 17), Pemberian Makanan Tambahan adalah program intervensi bagi balita yang menderita kurang gizi dimana tujuannya adalah untuk meningkatkan status gizi anak serta untuk mencukupi kebutuhan zat gizi anak agar tercapainya status gizi dan kondisi gizi yang baik sesuai dengan umur anak tersebut.

Menurut Persagi (2009), pemberian tambahan makanan di samping makanan yang dimakan sehari – hari dengan tujuan memulihkan keadaan gizi dan kesehatan. PMT dapat berupa makanan lokal atau makanan pabrik

Sejak tahun 2011, Kementerian Kesehatan menyediakan anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang antara lain dapat digunakan untuk pembinaan posyandu dan penyuluhan serta penyediaan makanan pemulihan gizi untuk balita gizi kurang maupun gizi buruk.

Puskesmas Seyegan terutama bidang Gizi Masyarakat (Jumarko, S.Gz dan Beti Nur Utami, A.Md) memiliki program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita yang memiliki masalah gizi kurang maupun gizi buruk. Adapun sasaran dalam pemeberian PMT ini adalah balita umur 6-59 bulan  dengan kriteria gakin (tidak mampu).

Tahun ini ada 12 balita yang mendapatkan PMT dari dana BOK, diberikan selama 3 tahap (3 bulan). Setiap anak mendapatkan 1 paket PMT berupa Kacang hijau, Gula Jawa, Jeruk,Susu bubuk, Biskuit, Abon Sapi, Teri dan  Monte.

Bahan makanan yang digunakan dalam PMT hendaknya bahan-bahan yang ada atau dapat dihasilkan setempat, sehingga kemungkinan kelestarian program lebih besar. Diutamakan bahan makanan sumbar kalori dan protein tanpa mengesampingkan sumber zat gizi lain seperti: padi-padian, umbi-umbian, kacang-kacangan, ikan, sayuran hijau, atau kelapa dan hasil olahannya.

20170529_082455
1 Paket PMT

20170529_083049 IMG-20170529-WA0026 IMG-20170531-WA0015 IMG-20170531-WA0017 20170529_085336 20170529_085619 20170529_090855

Kunjungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Utara Propinsi Sulaweti Tenggara

Sabtu (20/5), Puskesmas Seyegan mendapatkan kunjungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Utara Sulawesi Tenggara beserta seluruh kepala puskesmas. Dinas Kesehatan Buton Utara melakukan kunjungan kerja berkaitan dengan rencana akreditasi Puskesmas di Buton Utara.

Kegiatan dimulai dengan sambutan dari ketua rombongan Dinas Kesehatan Buton Utara kemudian sambutan kepala puskesmas Seyegan, dr Dela Oktaviana dilanjutkan dengan presentasi profil Puskesmas Seyegan. Kemudian acara selanjutnya diskusi tentang berbagai persiapan yang perlu dilakukan ketika akan melaksanakan akreditasi . Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan keliling di Puskesmas Seyegan. Ditutup dengan foto bersama.

IMG_6871aIMG_6876aIMG_6902aIMG_6910a

IMG_6927a

IMG_6931a

IMG_6936a

IMG_6946a

IMG_6947a

IMG_6955a

Pembinaan Fasilitator STBM

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Program STBM memiliki indikator outcome dan output. Pada tahun 2017 UPT Puskesmas Seyegan memulai program STBM 5 pilar. 5 pilar tersebut terdiri dari : stop buang air besar sembarangan, cuci tangan menggunakan air bersih yang mengalir dan sabun, pengelolaan air minum, pengelolaan sampah rumah tangga, pengelolaan limbah cair rumah tangga. Hal pertama yang dilakukan sebelum memulai pemicuan di masyarakat adalah mengadakan pembinaan fasilitator STBM, dimana tim fasilitator terdiri dari kader masih-masing Dusun yang ada di Desa Margomulyo, perangkat Desa Margomulyo, LPMD Desa Margomulyo dan pihak-pihak yang terkait dalam hal penyehatan lingkungan di Desa Margomulyo. Pertemuan diselenggarakan pada hari Selasa tanggal 2 Mei 2017 di Aula Puskesmas Seyegan dan dihadiri oleh seluruh perwakilan kader di masing-masing dusun yang ada di Desa Margomulyo, perangkat Desa dan Lintas Sektoral.  Diharapkan setelah pembinaan tersebut Tim fasilitator dapat bekerjasama dengan Puskesmas Seyegan untuk menjadi fasilitator saat pelaksanaan pemicuan disemua dusun yang ada di Desa Margomulyo.

IMG_3849

IMG_3854

IMG_3871

IMG_3873

IMG_3876

IMG_3881

IMG_3883